11 Metode Mengajar yang efektif

11  Metode Mengajar yang efektif
11  Metode Mengajar yang efektif

Prakarya.guruindoneisa.id - Dalam kegiatan Proses belajar mengajar memerlukan metode-metode khusus dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran yang efektif dan efisien. Adapun Metodologi pembelajaran merupakan cara cara dalam melakukan aktivitas antara guru dan peserta siswa dalam proses belajar.  Sebagai seorang Pendidik perlu mengetahui serta memahami metode dalam mengajar agar bisa menyampaian materi serta dimengerti oleh siswa.  Adapun Metode mengajar yang efektif dipraktekkan pada saat mengajar dan dibuat semenarik  mungkin agar peserta didik dapat pengetahuan dengan efektif dan efisien. 

Berikut ini macam-macam 11 metode  mengajar yang efektif, antara lain :

1.      Metode eksperimen
Metode eksperimen adalah pemberian kesempatan kepada Peserta anak didik perorangan atau kelompok, untuk dilatih melakukan suatu proses atau percobaan. Syaiful Bahri Djamarah, (2000).
Menurut Roestiyah (2001:80) Metode eksperimen adalah suatu cara mengajar, di mana siswa melakukan suatu percobaan tentang sesuatu hal, mengamati prosesnya serta menuliskan hasil percobaannya, kemudian hasil pengamatan itu disampaikan ke kelas dan dievaluasi oleh guru.
Penggunaan teknik ini mempunyai tujuan agar siswa mampu mencari dan menemukan sendiri berbagai jawaban atau persoalan-persoalan yang dihadapinya dengan mengadakan percobaan sendiri. Juga siswa dapat terlatih dalam cara berfikir yang ilmiah. Dengan eksperimn siswa menemukan bukti kebenaran dari teori sesuatu yang sedang dipelajarinya.

Agar penggunaan metode eksperimen itu efisien dan efektif, maka perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : (a) Dalam eksperimen setiap siswa harus mengadakan percobaan, maka jumlah alat dan bahan atau materi percobaan harus cukup bagi tiap siswa. (b) Agar eksperimen itu tidak gagal dan siswa menemukan bukti yang meyakinkan, atau mungkin hasilnya tidak membahayakan, maka kondisi alat dan mutu bahan percobaan yang digunakan harus baik dan bersih. (c) dalam eksperimen siswa perlu teliti dan konsentrasi dalam mengamati proses percobaan , maka perlu adanya waktu yang cukup lama, sehingga mereka menemukan pembuktian kebenaran dari teori yang dipelajari itu. (d) Siswa dalam eksperimen adalah sedang belajar dan berlatih , maka perlu diberi petunjuk yang jelas, sebab mereka disamping memperoleh pengetahuan, pengalaman serta ketrampilan, juga kematangan jiwa dan sikap perlu diperhitungkan oleh guru dalam memilih obyek eksperimen itu. (e) Tidak semua masalah bisa dieksperimenkan, seperti masalah mengenai kejiwaan, beberapa segi kehidupan social dan keyakinan manusia. Kemungkinan lain karena sangat terbatasnya suatu alat, sehingga masalah itu tidak bias diadakan percobaan karena alatnya belum ada.

2.      Metode Proyek
Metode proyek atau adalah cara penyajian pelajaran yang bertitik tolak dari suatu masalah, kemudian dibahas sehingga pemecahannya secara keseluruhan dan bermakna. Kelebihannya yaitu dapat memperluas pemikiran siswa; dapat membina siswa dalam menerapkan pengetahuan, sikap dan keterampilan. Sedangkan kekurangannya adalah kurikulum saat ini yang belum menunjang dalam pelaksanaan metode ini; pemilihan topik unit yang tepat, fasilitas cukup sesuai dengan kebutuhan siswa bukan pekerjaan mudah.
Pembelajaran berbasis proyek  (project-based learning) adalah sebuah model atau pendekatan pembelajaran yang inovatif, yang menekankan belajar kontekstual melalui kegiatan-kegiatan yang kompleks. Fokus pembelajaran terletak pada konsep-konsep dan prinsip-prinsip inti dari suatu disiplin studi, melibatkan pebelajar dalam investigasi pemecahan masalah dan kegiatan tugas-tugas bermakna yang lain, memberi kesempatan pebelajar bekerja secara otonom mengkonstruksi pengetahuan mereka sendiri, dan mencapai puncaknya menghasilkan produk nyata. Biasanya memerlukan beberapa tahapan dan beberapa durasi, tidak sekedar merupakan rangkaian pertemuan kelas, serta belajar kelompok kolaboratif. Proyek memfokuskan pada pengembangan produk atau unjuk kerja (performance), yang secara umum Guru melakukan kegiatan: mengorganisasi kegiatan belajar kelompok mereka, melakukan pengkajian atau penelitian, memecahkan masalah, dan mensintesis informasi.

3.      Metode Diskusi
Metode diskusi adalah cara penyajian pelajaran, dimana siswa dihadapkan kepada suatu masalah yang bias berupa pernyataan atau pertanyaan untuk dibahas dan dipecahkan bersama. Kelebihan metode ini adalah mengembangkan sikap menghargai orang lain; memperluas wawasan; serta merangsang kreativitas anak didik. Sedang kekurangannya adalah tidak dapat dipakai kelompok yang besar; peserta mendapat inbformasi yang terbatas; serta dikuasai oleh orang yang pandai berbicara saja.


4.      Metode Tugas dan Resitasi
Metode resitasi (penugasan) adalah metode penyajian bahan di mana guru memberikan tugas agar siswa melakukan kegiatan belajar. Kelebihan metode ini adalah lebih merangsang siswa dalam melakukan aktivitas belajar individual ataupun kelompok; dapat mengembangkan kemandiirian siswa; mengembangkan kreativitas siswa, serta membina tanggung jawab dan disiplin siswa. Sedangkan kekurangannya adalah siswa sulit dikontrol, apakah ia mengerjakan sendiri atau tidak; tidak mudah memberikan tugas yang sesuai dengan perbedaan individual siswa; dll
5.  Metode Ceramah
Metode ceramah adalah metode yang boleh dikatakan metode tradisional, karena sejak dulu metode ini telah dipergunakan sebagai alat komunikasi lisan antara guru dengan siswa dalam proses mengajar. Kelebihan metode aini adalah guru mudah menguasai kelas; mudah mengkoordinasikan tempat duduk; dapat diikuti oleh jumlah siswa yang besar. Kelemahannya adalah mudah menjadi verbalisme (pengertian kata-kata); sifatnya membosankan; susah untuk dimengerti oleh siswa; siswa menjadi pasif.
6.      Metode Sosiodrama
Sosiodrama pada dasarnya mendramatisasikan tingkah laku dalam hubungannya dengan masalah sosial. Kelebihan metode ini adalah siswa dapat melatih dirinya untuk memahami, dan mengingat isi bahan yang didramakan; siswa akan terlatih untuk berinisiatif dan berkreatif; kerja sama antar pemain dapat ditumbuhkan dan dibina dengan baik; serta siswa memperoleh kebiasaan untuk menerima dan membagi tanggung jawab dengan sesama. Sedang kekurangannya adalah banyak memakan waktu; serta mengganggu kelas yang lain.

7   Metode Demonstrasi
Metode demonstrasi adalah cara penyajian pelajaran dengan meragakan kepada siswa suatu proses, situasi atau benda tertentu yang sedang dipelajari. Kelebihan metode ini adalah siswa lebih mudah memahami apa yang dipelajari; proses pengajaran lebih menarik. Kekurangannya adalah harus memerlukan ketrampilan khusus; fasilitas yang memadai tidak selalu tersedia dengan baik..

8.      Metode problem solving
Metode problem solving (pemecahan masalah) bukan hanya sekedar metode mengajar, tetapi juga merupakan satu metode berpikir, sebabdapat menggunakan metode-metode lainnya yang dimulai dengan mencari data sampai kepada menarik kesimpulan. Kelebihan metode ini adalah dapat mambuat pendidikan di sekolah menjadi lebih relevan dengan kehidupan; dapat membiasakan para siswa menghadapi dan memecahkan masalah; serta merangsang pengembangan kemampuan berpikirsiswa secara kreatif dan menyeluruh. Sedangkan kekurangannya adalah proses belajar mengajar sering memerlukan waktu yang cukup banyak; mengubah kebiasaan siswa belajar dengan mendengarkan dan menerima informasi dari guru.
9.      Metode Karyawisata
Dikatakan teknik karyawisata karena cara mengajar yang dilaksanakan dengan mengajar siswa ke suatu tempat atau objek tertentu di luar sekolah untuk mempelajari/menyelidiki sesuatu. Kelebihan metode ini adalah memiliki prinsip pengajaran modern; lebih merangsang kreatifitas siswa; informasi sebagai bahan pelajaran lebih luas dan actual. Sedangkan kekurangannya adalah fasilitas dan biaya yang diperlukan sulit disediakan oleh siswa/sekolah; memerlukan persiapan yang matang dsb
10.  Metode Latihan
Metode latihan (metod training), merupakan suatu cara mengajar yang baik untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu. Kelebihannya adalah untuk memperoleh kecakapan motorik, mental, dan dalam bentuk asosiasi yang dibuat. Kelemahannya adalah menghambat bakat dan inisiatif siswa; membentuk kebiasaan yang kaku; serta dapat menimbulkan verbalisme.

11.      Metode Tanya Jawab
Metode Tanya jawab adalah cara penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, bias dari guru kepada siswa maupun siswa kepada guru. Kelebihan metode ini adalah pertanyaan dapat menarik dan memusatkan perhatian siswa; merangsang siswa untuk melatih dan mengembangkan daya pikir, termasuk daya ingatan; mengembangkan keberanian dan ketrampilan siswa. Sedangkan kelemahannya adalah siswa merasa takut; tidak mudah membuat pertanyaan yang sesuai dengan tingkat berpikir siswa; sering membuang-buang waktu.

Belum ada Komentar untuk "11 Metode Mengajar yang efektif"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel