Prinsip Kerajinan Fungsi Pakai

Prinsip Kerajinan Fungsi Pakai
Prinsip Kerajinan Fungsi Pakai
prakarya.guruindonesia.id - Sudah sejak zaman Prasejarah, bangsa Indonesia telah menghasilkan berbagai pening-gal an berupa artefak, ada yang berupa peralatan memasak, peralatan berburu, pakaian dan sebagainya. Artefak tersebut dihasilkan melalui keterampilan seseorang dalam membuat dan mengolah berbagai bahan menjadi produk ke-rajin an keperluan untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Memang diakui bahwa keberadaan kerajinan sudah sejak lama dibedakan dengan karya seni. 

Keragaman jenis kerajinan terlihat melalui hasil-hasil yang tersebar di berbagai daerah. Mulai dar
Pada semester satu telah dipelajari bersama kerajinan fungsi hias beserta modifikasi pengemasannya. Masih ingatkah dengan aneka kerajinan tersebut? Pada semester dua ini kita akan mempelajari berbagai teknik kerajinan fungsi pakai untuk menghasilkan produk kerajin an dengan berbagai kegunaan atau nilai fungsi.

Sabang hingga Merauke terhampar berbagai ragam karya kerajinan Indonesia yang terpadu dalam konsep Bhinneka Tunggal Ika (unity in variety serta unity in diversity). Konsep yang mencerminkan tekad bangsa untuk menegakkan kesatuan dan persatuan dalam keragaman etnik, suku, budaya dan religi. Kehadirannya membangkitkan pesona, daya pikat, dan keunggulan.Karakter dan ciri khas daerah masing-masing tercermin jelas dari corak ragam hias yang digunakan pada berbagai jenis hasil kerajinan, contohnya kayu, logam, tanah liat, dan kulit. Hasil karya kerajinan terwujud dalam berbagai bentuk dan gaya, guna memenuhi berbagai kebutuhan dan fungsi-fungsi dalam kehidupan. 


A. Prinsip Kerajinan Fungsi Pakai
 Sejarah kehidupan manusia telah mem-buktikan bahwa keberadaan artefak senantiasa menjadi bagian dari perjalanan kehidupan manu sia dan me
ngisi pasang surut tata kehidupan manusia. Sampai sekitar 40.000 tahun sebelum Masehi, kekaryaan manusia cenderung condong kepada kekuatan pemaknaan dan juga pemanfaatan praktisnya. Mulai dari kehidupan yang paling sederhana, primitif, sampai ke tata kehidupan maju, modern, proses rekayasa wujud artefak pun akan selalu muncul dipengaruhi pola pikir manusia, budaya, dan lingkungan untuk merealisasikannya dalam wujud nyata. Manusia adalah insan yang senantiasa mendambakan kehidupan yang selaras dan menyenangkan lahir batin. Manusia dengan segala pengetahuan dan pengalamannya akan selalu mengupayakan kebahagiaan dan kenyamanan. Pengalaman hidup merupakan bagian yang tidak dapat diabaikan maupun dilupakan begitu saja. Kekayaan pengalaman menjadi sumber inspirasi dalam pembuatan karya kerajinan.

Berdasarkan hal tersebut di atas, diperlukan penampungan hasil segala pemikiran manusia yang berintegrasi dengan pengalaman dan pengetahuan dalam bentuk konsep. Desain merupakan bagian penting dalam mengawali proses pembuatan kerajinan fungsi pakai. Desain memiliki peran yang strategis. Desain atau rancangan dituangkan dalam bentuk konsep tertulis dan gambar. Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan kerajinan sebagai adikarya bangsa. Beragamnya budaya Indonesia menyebabkan kriya Indonesia beragam, unik, dan berkarakter kedaerahan. Tentunya ini memengaruhi pencip-taan desain kerajinan fungsi pakai.Pada proses pembuatan kerajinan, nenek moyang kita tidak lepas dari pemaknaannya selain fungsi artefak itu sendiri. 

Hal ini meme-ngaruhi proses dalam mendesain sebuah karya. Maka, penting untuk diketahui berbagai pemaknaan yang ada pada setiap benda kerajin an untuk menghindari terjadinya pelanggaran nilai-nilai tradisi pada karya itu sendiri. Di era perkembangan teknologi saat ini, makna simbolik dalam produk kerajinan agak terabaikan karena masyarakat lebih menjunjung tinggi nilai manfaat serta estetikanya saja. Agar kerajinan Indonesia tetap menjadi primadona kekayaan bangsa Indonesia, perlu upaya pelestarian dan perhatian dari berbagai pihak.

Adapun prinsip kerajinan fungsi pakai meliputi hal-hal berikut.
 
1.    Keunikan Bahan Kerajinan Fungsi Pakai 

Bahan dasar yang dapat digunakan sebagai kerajinan sudah kamu pelajari pada semester satu, yaitu
dapat dibuat dari bahan alam, bahan buatan, bahan limbah organik,dan bahan limbah anorganik. Semua bahan dapat diperoleh dari alam, maupun diolah sendiri, bahkan hingga memanfaatkan bahan limbah yang ada di lingkungan sekitar. Seorang perajin hanya memerlukan ketekunan untuk dapat menciptakan sebuah produk kerajinan yang dapat dinikmati banyak orang dan bernilai jual.Adapun bahan-bahan yang dimaksud tadi terdapat pada buku teks semester satu, masih ingatkah kamu? Pelajarilah kembali agar kamu dapat memperoleh pemahaman.

Dari berbagai macam bahan dasar untuk memproduksi kerajinan seperti bahan alam, bahan buatan, bahan limbah organik basah dan kering, serta bahan limbah anorganik lunak dan keras, masih banyak pula teknik yang digunakan untuk bekerja dalam membuat kerajinan tersebut. Kamu telah mempelajari teknik batik, jahit aplikasi, sablon, dan sulam. Pada semester dua ini, kamu akan mempelajari teknik yang lainnya, yaitu makrame, rajut, jahit, dan tenun. Setiap teknik memiliki kekhasan sesuai dengan karakteristik bahan dasar yang digunakan juga sesuai fungsi dari kerajinan yang dibuat. Teknik pengerjaan sebuah kerajinan pun dipengaruhi oleh alat yang dipakainya. Sebuah alat dapat mempercepat dan mempermudah produksi kerajinan. Kita harus mengenal berbagai teknik dan alat yang digunakan sesuai dengan bahan dasar yang digunakan. Kekayaan bahan dan alat produksi ini membuat hasil produk kerajinan Indonesia menjadi sangat bervariasi. Kita perlu mensyukuri karunia Tuhan Yang Maha Esa terhadap bangsa ini.

2.    Unsur pesan pada produk kerajinan fungsi Pakai

Fungsi Pakai Banyaknya perwujudan produk kerajinan tersebut tidak lepas dari gagasan
ataupun ide manusia yang dapat berawal dari suatu pikiran dan kehendak melalui tindak cipta karsa. Apa yang selanjutnya dihasilkan dapat merupakan seperangkat karya dengan muatan pesan ter-tentu yang sangat ditentukan oleh penciptaan kreatif manusia. Oleh sebab itu, pesan yang dapat kita peroleh berdasarkan proses berkarya ini dapat kita pilah sebagai berikut.a. Produk dengan pesan yang bersifat fungsional.b. Produk dengan pesan yang bersifat informatif.c. Produk dengan pesan yang bersifat mengingatkan (menyiratkan).d. Produk dengan pesan yang bersifat meningkatkan prestise (gengsi).

 
3. Unsur Rancangan 

Proses pembuatan sebuah produk kerajinan tidak terlepas dari salah satu unsur penting, yaitu
bagaimana melakukan pertimbangan saat membuat rancangan atau desain yang dapat melibatkan berbagai aspek teknologi serta mengandung tanggung jawab terhadap budaya bangsa Indonesia. Sebagai perancang atau desainer sebuah produk kerajinan, banyak faktor yang perlu menjadi bahan acuan dan pertimbangan agar produk kerajinan yang diciptakan menjadi karya yang terbarukan dan bukan sekadar memperbanyak kuantitas belaka.Adapun faktor-faktor permasalahan objektif yang diperlukan untuk diketahui sebelum  peran-cangan adalah sebagai berikut.

a. Faktor Teknis- metode produksi yang handal
- penerapan daya mesin atau manual, dan
- tingkat kemahiran sumber daya manusianya.
 
b. Faktor Ekonomis- pemasaran yang tahan persaingan,
- sistem pemasokan atau distribusi, - kebijakan penciptaan (hak cipta),
- nilai jual dan keberadaan suku cadang (sumber daya bahan dan alat), serta
- selera masyarakat terhadap produk tersebut.
 
c. Faktor Ergonomis
- kenyamanan
- keamanan
- kesesuaian
- kepraktisand.
 
d. Faktor Sains dan Teknologi
- terdapat unsur kebaruan atau temuan(inovasi atau modifikasi) - selalu mengikuti perkembangan pengetahuan dan teknologie.
 

e. Faktor Estetika
- menampilkan bentuk keindahan
- memiliki daya pikat- terjadi keserasian
- penggarapan yang rinci/detail- perupaan atau pewarnaan
- kesan atau gugahan yang ditampilkan
 
f. Faktor Kondisi Lingkungan
- nilai budaya- kondisi lingkungan atau wilayah setempat
 
Pengetahuan dan wawasan yang telah kamu peroleh mengenai bahan dan proses dalam berkarya kerajinan yang telah dipelajari sebelumnya, kemudian dilengkapi dengan pengetahuan desain akan dapat menghasilkan penciptaan karya yang lebih berkualitas. Apa yang telah menjadi pengalaman hidup tentunya merupakan bagian yang tidak dapat diabaikan maupun dilupakan begitu saja. Tingkatkanlah pemahamanmu untuk melakukan penciptaan produk kerajinan fungsi pakai dan modifikasinya

Belum ada Komentar untuk "Prinsip Kerajinan Fungsi Pakai "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel