SIKAP DAN PERILAKU WIRAUSAHAWAN

SIKAP DAN PERILAKU WIRAUSAHAWAN
SIKAP DAN PERILAKU WIRAUSAHAWAN

KOMPETENSI INTI

3. Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan factual, konseptual, operasioanl lanjut, dan metakognitif secara multidisiplin sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Kontruksi Gedung, Sanitasi, dan Perawatan pada tingkat teknis, spesifik, detail dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.

4. Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kerja Kontruksi Gedung, Sanitasi, dan Perawatan. Menampilkan kinerja mandiri dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik secara mandiri. Menunjukan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami, sampai dengan tindakan orisinal dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajari di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas sepsifik secara mandiri.

KOMPETENSI DASAR
3.1 Memahami sikap dan perilaku wirausahawan
4.1 Mempresentasikan sikap dan perilaku wirausahawan


APERSEPSI
Tahukah anda apa itu wirausaha dalam dunia bangunan? Lalu bagaimana sikap dan perilaku yang baik agar bisa menjadi seorang wirausaha yang sukses, khususnya di bidang produktif kreatif bangunan tersebut. Ketahuilah bahwa mengerahkan wirausaha itu adalah seseorang yang berani berusaha secara mandiri dengan mengerahkan segala sumber daya yang ada serta kepandaiannya juga pengalamannya untuk membuat produk baru, khusunya untuk membuat produk yang dipakai dalam pembuatan bangunan. Setelah dibuat maka dipasarkan bagi kebutuhan pembuatan bangunan oleh masyarakat luas dan pihak pekerja kontruksi bangunan. Kegiatan berwirausaha berarti berusahauntuk membuka lapangan kerja sendiri. Agar menjadi seorang wirausaha yang ulet diperlukan sikap yang mencerminkan ketekunan dan kecermatan menganalisis peluang-peluang usaha karena peluang usaha tidak dapat diramalkan adanya. Hal tersebut tergantung dari kreativitas seorang wirausaha itu sendiri . selain cermat menganalalisis peluang usaha, seorang wirausaha harus dapat mengumpulkan sumber daya yang potensial, menangani administrasi dan mengatur finansial usaha. Selanjutnya, untuk lebih memahami wirausaha serta sikap dan dan perilaku seorang wirausaha, pelajarilah bab berikut ini!

MENGAMATI
Amatilah disekitarmu mengenai aktivitas wirausaha produk bangunan di daerahmu tersebut. Cermati mengenai perbedaan wirausaha produk kreatif bangunan yang sukses dan yang tidak lancer usahanya, apabila dikaji dari sikap dan perilaku wirausahawan tersebut ke depannya. Untuk mendukung pengamatanmu pelajarilah buku teks maupun sumber lain yang relevan!

AYO PAHAMI

A. Ruang Lingkup Kewirausahaan
Kewirausahaan adalah kegiatan merancang, meluncurkan dan menjalankan bisnis baru. Seorang wirausaha adalah seseorang yang memiliki usaha sendiri dalam bidang barang atau jasa. Orang-orang yang berkecimpung di bidang Kewirausahaan disebut dengan wirausaha. Seoarang wirausaha merupakan seseorang yang memiliki kemampuan untuk mengatur dan mengembangkan suatu usaha. Selain itu, dia juga memiliki kemampuan untuk meminimalkan risiko untuk meraih keuntungan. Salah satu contoh wirausaha, yaitu membuat produk-produk untuk kebutuhan bangunan seperti bata, batako, pilar bangunan, dan lain sebagainya.

1. Motivator Berwirausaha
Motivasi dapat diartikan sebagai semangat sesuatu yang benar-benar diinginkan sehingga mampu bekerja lebih giat dengan mencurahkan segala kemampuan yang dimiliki dalam menjalankan dan mencapai tujuan usaha secara optimal. Faktor yang mempengaruhi semangat kerja seorang wirausaha, sebagai berikut.
Tanpa adanya peluang, kesempatan berusaha tidak akan maksimal. Oleh sebab itu, dengan terbukanya sebuah peluang dapat meningkatkan semangat seseorang wirausaha untuk meningkatkan kinerjanya.

 https://kewirausahaan.guruindonesia.id/



2. Faktor Penyebab Keberhasilan dan Kegagalan Berwirausaha

Gagal dalam melakukan suatu hal identik dengan bagian proses untuk menuju kesuksesan. Kegagalan merupakan kesuksesan yang tertunda. Tidak ada pengusaha yang selalu sukses terus dan tidak ada pengusaha yang selalu gagal terus. Kesuksesan dan kegagalan akan selalu dialami setiap bentuk wirausaha, baik karena Force Major(sesuatu yang tidak bisa dihindari) maupun karena hal-hal yang lain.

a. Faktor-faktor penyebab keberhasilan
Faktor-faktor penyebab keberhasilan seorang wirausaha di antaranya kerja keras, memiliki relasi luas, ambisi untuk maju, memiliki kemampuan memimpin dan mengambil keputusan, serta jujur dan disiplin.

b. Faktor-faktor penyebab kegagalan
Faktor-faktor penyebab kegagalan seorang wirausaha di antaranya kurang ulet dan cepat putus asa, kurang tekun dan kurang teliti, tidak jujur dan kurang cekatan, kurang inisiatif dan kurang kreatif, kurang dapat menyesuaikan dengan selera konsumen, serta adanya pelayanan yang kurang baik.

3. Wawasan Kewirausahaan
Kewirausahaan adalah proses menciptakan sesuatu yang berbeda nilainya dengan menggunakan usaha dan waktu yang diperlukan, memikul risiko finansial, psikologi dan sosial yang menyertainya, serta menerima balas jasa moneter dan kepuasan pribadi. Istilah wirausaha muncul kemudian setelah dan sebagai padanan wiraswasta yang sejak awal sebagian orang masih kurang berkenan dengan kata swasta. Presepsi tentang wirausaha sama dengan wiraswasta sebagai padanan entreupreneur. Perbedaanya adalah pada penekanan pada kemandirian (swasta) dmakin banyak digunakan orang terutama karena memang penekanan pada segi bisnis. Walaupun demikian, mengingat tantangan yang dihadapi oleh generasi muda pada saat ini banyak pada bidang lapangan kerja maka pendidikan wiraswasta mengarah untuk survival dan kemandirian seharusnya lebih ditonjolkan.

Sedikit perbedaan persepsi wirausaha dan wiraswasta harus dipahami, terutama oleh pengajar agar arah dan tujuan pendidikan yang diberikan tidak salah. Jika yang diharapkan dari pendidikan yang diberikan oleh sosok atau individu yang lebih bermental baja atau dengan kata lain lebih memiliki kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan advirsity (AQ) yang berperan untuk hidup (menghadapi tantangan hidup dan kehidupan) makan pendidikan wiraswasta yang lebih tepat. Sebaiknya jika arah dan tujuan pendidikan adalah untuk menghasilkan sosok individu yang lebih lihai dalam bisnis atau uang, atau agar lebih memiliki kecerdasan finansial (FQ), yang lebih tepat adalah pendidikan wirausaha. Kedua aspek itu sama pentingnya makan pendidikan yang diberikan sekarang lebih cenderung kedua spek itu dengan menggunakan kata wirausaha. Persepsi wirausaha kini mencakup baik aspek itu dengan menggunakan kata wirausaha. Persepsi wirausaha kini mencakup baik aspek finansial maupun personal, sosial dan professional.

MENANYA
Masing-masing siswa membuat beberapa pertanyaan tentang perbedaan wirausaha produk kreatif bangunan yang sukses dan yang tidak lancer usahanya, apabila dikaji dari sikap, sifat dan perilaku wirausahawan tersebut ke depannya. Bagi siswa yang kurang dimengerti kemudian saling tukar dengan teman sebangku. Mintalah mereka untuk menjawabnya. Apabila mengalami kesulitan bertanyalah pada guru!

B. Karaketristik Kewirausahaan
Hasil akhir dari proses kewirausahaan berupa penciptaan usaha yang baru yang dibentuk pada kondisi risiko maupun pada sesuatu yang tidak pasti. Seorang wirausaha memiliki cara berpikir yang berbeda dari manusia pada umumnya. Pada dasarnya, kewirausahaan identik dengan semangat, sikap, perilaku, dan kemampuan yang memiliki seseorang. Kemampuan tersebut ditujukan pada upaya mencari, maupun menciptakan serta menerapkan produk baru untuk memperoleh keuntungannya yang lebih besar. Berikut merupakan karakteristik wirausaha.

https://kewirausahaan.guruindonesia.id/

Hal tersebut termaktub pada lampiran Keputusan Menteri Koperasi dan Pembinaan Pengusaha Kecil Nomor 961/KEP/M/XI/1995. Kata petualang, pencipta, dan pengelola usaha. Beberapa istilah wirausaha seperti di Belanda dikenal dengan ondernemer, di Jerman dikenal dengan internehmer. Istilah tersebut diperkenalkan pertama kali oleh Richard Cantillon.

1. Motivasi Dalam Wirausaha
Adanya motivasi yang tertanam pada awal usaha, akan menimubulkan sikap-sikap positif seperti berani mengambil risiko, disiplin dalam berusaha, bekerja keras, dan mempunyai etos kerja yang tinggi. Motivasi dapat menjadi sifat pokok yang dibutuhkan dalam berwirausaha. Terdapat beberapa motivasi yang menjadi alasan dan tujuan seseorang berwirausaha, diantaranya merdeka waktu, merdeka finansial, dan mewujudkan mimpi. Seorang wirausaha identik dengan orang yang mengubah nilai sumber daya, tenaga kerja, bahan dan factor produksi lainnya menjadi lebih besar daripada sebelumnya dengan melakukan perubahan, inovasi dan cara-cara baru. Seorang wirausaha diharuskan menghadapi risiko atau peluang yang muncul, serta sering dikaitkan dengan tindakan yang kreatif dan inovatif.

2. Faktor Penyebab Keberhasilan dan Kegagalan Berwirausaha
Seorang calon pengusaha mengetahui berbagai faktor keberhasilan dan kegagalan usaha yang akan ditekuni sebelum merintis usaha baru karena pada dasarnya memulai sesuatu yang baru pasti tidak mudah. Oleh sebab itu, mereka harus membuat perhitungan dan perencanaan matang. Gagal dalam melakukan suatu hal sebagai bagian dari proses untuk menuju kesuksesan. Kegagalan identic dengan kesuksesan tertunda. Fakta menunjukan bahwa para wirausaha yang paling sukses atau berhasil dalam berbagai usahanya sekalipun pada dasarnya pernah mengalami kagagalan usaha.

Beberapa faktor-faktor yang menyebabkan seorang wirausaha gagal dalam menjalankan usaha barunya diuraikan sebagai berikut.

a. Sikap yang kurang sungguh-sungguh dalam berusaha
Sikap yang setengah-setengah berakibat pada labil dan gagalnya usaha yang dirintis. Dengan sikap setengah hati, kemungkinan gagal sangat besar.

b. Kurang berpengalaman baik dalam kemampuan teknik
Minimnya keterampilan mengelola SDM, kemampuan mengkoordinasikan serta menginterasikan operasi perusahaan.

c. Tidak kompeten dalam manajerial
Minimnyakemampuan dan pengetahuan mengelola usaha.

d. Kurang mampu dalam mengendalikan keuangan
Mengatur pengeluaran dan penerimaan secara cermat, terutama dalam memelihara aliran kas. Jika terjadi kekeliruan pada sector ini, akan menghambat operasional perusahaan sehinnga terjadi ketidaklancaran usaha.

e. Kurangnya pengawasan peralatan
Minimnya pengawasan erat kaitannya dengan efisiensi dan efektivitas suatu alat usaha.

f. Gagal dalam sebuah perencanaan
Sekali gagal dalam perencanaan, maka kesulitan dalam pelaksana akan menghadang.

g. Ketidakmampuan dalam melakukan transisi kewirausahaan
Tidak ada jaminan untuk menjadi seorang wirausaha yang berhasil, jika tidaka ada keberanian dalam menghadapi dan melakukan perubahan setiap waktu.

h. Lokasi yang kurang memadai
Lokasi yang buruk mengakibatkan perusahaan sulit beroperasi karena kurang efisien.

INFO
Jumlah Wirausahawan RI Bertambah 4 juta Orang dalam 10 Tahun Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah usaha menurut hasil sementara pendaftaran usaha Sensus Ekonomi (SE) 2016 sebanyak 26,7 juta atau naik sekitar 17,6 persen atau sekitar 4 juta orang dari hasil SE 2006 sebesar 22,7 juta wirausahawan. Kepala BPS memastikan, peningkatan jumlah usaha terjadi karena adanya dinamika perkembangan dunia usaha selama satu decade terakhir, terutama di luar Pulau Jawa karena memilki percepatan pertumbuhan usaha yang signifikan. “Percepatan perkembangan usaha di luar Jawa terjadi karena belum ketatnya persaingan usaha di luar Jawa. Semakin ke Timur, percepatannya semakin melesat. Meningkatnya pesatnya siwausaha di tanah ar disebabkan sulitnya mencari pekerjaan jadi generasi muda banyak yang berwirausaha sendiri secara mandiri serta sukses.

Sumber:Https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20160819114219-78-152414/jumlah-wirausahawan-ri-bertambah-4-juta-orang-dalam-10-tahun

MENGEKSPLORASI
Buatlah sebuah kelompok kemudian kumpulkan data informasi mengenai perbedaan wirausaha produk kreatif bangunan yang sukses dan yang tidak lancar usahanya, serta sikap dan perilaku yang baik bagi seorang wirausahawan bidang produk kreatif bangunan!
C. Sikap dan Perilaku Wirausaha
Dalam bagian ini, kita akan membahas mengenai agar membentuk sikap dan perilaku wirausaha khususnya dalam bidang produk kreatif bangunan.

1. Karakteristik Dasar Seorang Wirausaha
Seorang wirausaha merupakan seorang innovator. Mereka menemukan ide mengenai peulang usaha dan mewujudkannya dalam bentuk badan usaha. Kemampuan manajerial dan membangun tim merupakan karakteristik dasar bagi seorang wirausaha. Lalu, bagaimana cara seseorang mampu mengasah ketiga aspek tersebut? Berikut ini dasar seorang wirausaha.
a. Memiliki presepsi
Memiliki presepsi terhadap ketidakpastian dan mampu menanggung risiko yang dihadapi. Pada dasarnya, kewirausahaan merupakan kegiatan menghindari risiko untuk mendapatkan keuntungan. Seorang wirausaha berani mempertaruhkan karier serta kemapanan keuangannya agar dia bisa mewujudkan ide usahanya, sekalipun usahanya masih dalam tahap ketidakpastian.

Namun, sering kali seorang wirausaha tidak sadar bahwa mereka telah mengambil risiko yang cukup besar karena mereka mengira risiko tersebut tidak berarti jika dibandingkan dengan keuntungan yang diperoleh. Risiko dikategorikan menjadi beberapa bagian sebagai berikut.
1. Risiko biasa
    Risiko biasa adalah risiko yang dapat dihitung secara matematis.
2. Risiko Ambigu
    Risiko Ambigu adalah risiko yang tidak dapat diukur secara matematis.
3. Ketidakpastian Murni

Ketidakpastian Murni adalah Ketidakpastian yang tidak bisa diukur dengan cara apa pun. Ketidakpastian murni merupakan jenis risiko yang paling sering dihadapi oleh seseorang pengusaha, terutama jika badan usaha yang dimilikinya mengeluarkan produk baru yang sebelumnya belum ada di pasaran. Berdasarkan sebuah studi yang dilakukan oleh ETH Zurich pada tahun 2014 menemukan bahwa dibandingkan dengan manajer biasa, para wirausahawan memiliki tingkat efisiensi lebih tinggi dalam pengambilan keputusan.

b. Merancang dan menerapkan strategi
Memulai usaha sendiri membutuhkan kerja keras dan jangka waktu yang tidak sebentar. Selain itu, perlu strategi yang jitu agar upaya wirausaha anda tersebut berhasil, juga meminimalkan kegagalan. Berikut ini strategi- strategi dari para pengusaha wirausaha yang berhasil.

1. Mencari pasar khusus yang belum tergarap

Strategi awal dalam menjadi seorang wirausaha adalah mencari pangsa pasar khusus (niche market) yang kebutuhan utamanya belum terpenuhi oleh competitor. Caranya adalah dengan mengetahui kemampuan khusus pada usaha yang dimiliki. Tidak ada perusahaan yang mampu menampung kebutuhan semua konsumen. Oleh sebab itu, celah-celah tersebut harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh seorang wirausaha.

2. Peka terhadap tren terbaru dan berani memulainya

Carilah kebutuhan dan keinginan terbaru dari para konsumen yang tumbuh dari perubahan tren disegi kultural,ekonomi,teknologi yang menjadi sinyal kesempatan pasar baru. Bertindaklah dengan cepat, jangan menunda terlalu lama.

3. Segera mengimplementasi ide menjadi sebuah tindakan

Kita tidak pernah memprediksi kapan waktu yang tepat dalam mewujudkan ide usaha. Oleh karena itu, kita harus segera mungkin dalam mewujudkan ide usaha. Perwujudan tersebut tentu saja harus disertai dengan perhitungan matang.

4. Hindari kata-kata yang mematahkan semangat

Agar usaha yang kita bangun bisa menjadi maju, kita harus mengabaikan ungkapan ketidakpercayaan yang dilontarkan oleh orang lain. Orang lain tetap mencari kesalahan- kesalahan yang ada dalam diri kita. Pada satu sisi, hal tersebut bisa menjadi bahan introspeksi bagi kita. Namun, apabila orang lain sudah memberikan kritik yang tidak masuk akal, kita harus membiarkan orang tersebut berbiacara sesuka hati mereka tanpa harus kita hiraukan.

5. Eksplorasikan kelemahan Kompetitor
Ambil pandangan kritis terhadap competitor. Dengarkan baik-baik akan kebutuhan dan complain dari konsumen prospektif saat melakukan penjajakan jasa/produk. Hal ini akan membantu mengidentifikasi kekurangan dan kelemahan competitor.

2. Sikap dan Perilaku Seorang Wirausaha
Seorang wirausaha yang bergerak dalam bidang produk kreatif bangunan harus memilki sifat-sifat positif yang dapat menunjang keberlangsungan usahanya. Berikut ini dijelaskan sifat-sifat yang wajib dimiliki oleh seorang wirausaha.

a. Selalu Berani Mengambil Risiko
Seseorang yang berfikir dan bertindak menjadi wirausaha sudah tentu memiliki konsekuensi untuk menghadapi risiko dalam perjalanan wirausahanya. Sebagian orang beranggapan, menjadi wirausaha adalah sebuah langkah riskan karena ia akan merintis ide baru yang dianggap tidak lazim ataupun mengagumkan hartanya untuk modal usaha. Seorang wirausaha yang tangguh tentunya akan berani menghadapi risiko dipermulaan usahanya dibanding tetap berada dalam zona nyaman atau malah berada dalam kondisi yang kurang menguntungkan.

Sebuah pemikiran yang perlu dicermati dalam langkah wirausaha ke depan adalah selalu dan tetap mengambil risiko. Beberapa pengusaha yang sudah berhasil dan merasa nyaman dengan wirausahanya terkadang merasa usahanya sudah cukup setelah terkondisi dengan nyaman. Pada faktanya, sika tersebut bisa menghambat perkembangan tindakan-tindakan baru maka hal ini akan menjadi sesuatu yang berbahaya. Seseorang yang berhenti mengambil peluang-peluang baru akan mengalami kondisi masa depan yang terancam.

Kesimpulan, jika seseorang selalu berani mengambil risiko dan tidak cepat puas akan usahanya, risiko yang ditempuh akan menciptakan peluang-peluang baru yang mungkin akan menguntungkan pengusaha dalam konteks jangka waktu yang lebih panjang. Intinya seorang wirausaha tangguh harus selalu berani mengambil risiko.

b. Bersikap Fleksibel
Sikap yang fleksibel erat kaitannya dengan sikap sebelumnya, yaitu berani mengambil risiko. Sebetulnya sikap fleksibel bisa diartikan pula sebagai sikap adaptif. Sikap fleksibel amat diperlukan di dunia usaha karena dari waktu ke waktu iklim usaha akan mengalami perubahan dan sifatnya sangat situasional sesuai dengan perkembangan terkini. Seseorang yang fleksbel tentunya akan tanggap terhadap keadaan sehingga perubahan apapun yang tejadi, wirausaha akan tetap bertahan dengan mencari solusi yang terbaik untuk mempertahankan usahanya.

c. Berusaha Mengenal Bisnis Anda
Seorang wirausaha yang tangguh tentunya akan berupaya sebaik mungkin untuk mengenal apa yang terjadi dengan bisnisnya. Sikap yang bertolak belakang adalah sikap mengucilkan diri dan menganggap bisnis atau usaha yang dilakukan sudah berjalan dengan baik. Sebetulnya kita bisa memelihara sikap positif dengan melakukan banyak hal antara lain dengan melihat kondisi si sekitar bisnis kita, mengenal lebih jauh orang-orang yang terlibat dalam bisnis yang kita jalankan. Initinya membuka diri terhadap informasi yang berkembang dan menghargai apa pun yang bisa membantu perkembangan bisnis yang kita jalankan.
 

d. Mengakui jika Memiliki Kesalahan
Elemen penting dalam mentalitas seorang wirausaha tangguh adalah mengakui apabila memiliki kesalahan. Terkadang manusia tidak menyadari bahwa ia tidak sempurna dan bisa saja memiliki kesalahan. Dalam dunia wirausaha, lebih baik mengakui kesalahan langkah dan memperbaikinya disbanding terus menjalankan usaha dalam konsep yang salah. Untuk mempertimbangkan salah atau benar langkah yang dilakukan, kita bisa melakukan komunikasi dengan orang yang terlibat dalam usaha maupun melakukan pengamatan dan observasi secara periodic terhadap usaha yang dilakukan.

e. Bersikap Jujur
Nilai etika yang harus dipegang oleh seorang wirausahawan adalah kejujuran. Kejujuran dapat menimbulkan respek dari customer atau konsumen. Dengan memegang prinsip kejujuran, seorang wirausaha dapat bertahan dalam usaha. Bayangkan jika kita sebagai wirausaha mencoba menipu konsumen dengan misalnya memberikan informasi yang menyesatkan tentang produknya, mungkin usaha tersebut tidak akan bertahan lama. Oleh karena itu, jika kita ingin menjadi wirausaha tangguh, mungkin prinsip kejujuran amat berharga sebagai modal awal.

f. Optimis dengan Masa Depan
Pada umumnya masyarakat menghormati seseorang yang berhati-hati serta bijaksana dengan masa depan. Sikap kehati-hatian barangkali tidak bermasalah, namun akan menjadi pokok permasalahan bila kehati-hatian itu menyebabkan hilangnya peluang bisnis yang lewat di depan mata. Prinsip dalam menjalankan usaha tentunya harus berani gagal namun sekaligus optimis bahwa dibalik usaha aka nada keberhasilan. Berlawanan dengan sifat optimis adalah sifat pesimis. sifat pesimis sebenarnya erat dengan kaitan dengan fokus seseorang akan kegagalan. Oleh sebab itu, memelihara sifat ini akan membuyarkan rencana serta tindakan seorang wirausaha. Minimal seorang wirausaha akan berpikir maju mundur karena diliputi ketakutan dan kekhawatiran.

g. Memiliki gairah untuk berwirausaha
Wirausaha yang tangguh menjalankan usaha sepenuh hati. Bila kita bekerja sesuai dengan hobi tentunya proses mencapai keberhasilan tidak akan terasa berat. Semua terasa menyenangkan dan bayangkan bila terjun dalam sebuah usaha, katakanlah membuat sebuah produk yang kita sendiri tidak menyukainya. Walaupun gairah atau kecintaan terhadap bidang usaha yang kita geluti belum ada, sebenarnya kita berusaha memupukna antara lain dengan menciptakan hubungan emosional dengan pelanggan kita, tangkap apa yang mereka rasakan tentang produk kita dan koversikan menjadi sesuatu hal yang produktif bagi usaha.

3. Mengidentifikasi Kegagalan dan Keberhasilan Wirausaha
Pada dasarnya, ada beberapa hal untuk mengidentifikasi kegagalan dan keberhasilan wirausaha berdasarkan karakteristik serta sikap dan perilaku wirausaha sebagai berikut.
Seorang wirasusaha mempunyai ambisi atau keinginan terhadap masa depan pribadi dan bisnis serta mempunyai kemampuan untuk mewujudkan impiannya. Seorang wirausaha mempunyai visi bagaimana keinginannya terhadap masa depan pribadi dan bisnisnya dan yang paling penting adalah dia mempunyai kemampuan untuk mewujudkan impiannya tersebut.

MENGASOSIASIKAN
Uraikan kembali informasi yang diperoleh tentang perbedaan wirausaha produk kreatif bangunan yang sukses dan yang tidak lancar usahanya, dikaji dari sikap dan perilaku wirausahawan tersebut!

D. Sikap Bekerja Wirausahawan
Seorang wirausaha bidang produk konstruksi bangunan dituntut dituntut untuk kreatif, efektif, dan efisien, caranya dipaparkan di bawah ini.

1. Kreativitas
Kreativitas merupakan sebuah kemampuan yang dimiliki khususnya seorang wirausahawan untuk menciptakan sesuatu produk baru. Pada dasarnya, Kreativitas Berupa kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata yang relative berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya.

Ciri-ciri manusia yang memiliki Kreativitas sebagai berikut.
a. Keingintahuan
b. Dapat menerima perbedaan
c. Percaya pada diri sendiri
d. Tekun
e. Berani mengambil risiko
f. Keterbukaan pada pengalaman
g. Tidak hanya tunduk pada standar dari pengawasan kelompok
h. Melihat segala sesuatu dengan cara yang tidak biasa
i. Menerima dan menyesuaikan yang kelihatannya berlawanan.

Berikut ini hal yang diperoleh oleh seorang wirausaha yang dapat mengembangkan Kreativitasnya.
a. Meningkatkan inisiatif
b. Meningkatkan keuntungan
c. Meningkatkan keterampilan
d. Meningkatkan mutu produk dan pelayanan
e. Meningkatkan efisiensi kerja

Alasan Seorang wirausaha mengembangkan Kreativitas sebagai berikut.
a. Keberhasilan dalam persaingan bisa diperoleh dengan mengembangkan daya kreatif.
b. Kreativitas merupakan sumber yang berharga dan harus dipelihara serta jangan disia-siakan.
c. Tantangan-tantangan baru selalu muncul dan harus dihadapi dengan Kreativitas baru.
d. Kreativitas merupakan gagasan yang tidak diramalkan datang dan perginya serta mempunyai keunikan yang tinggi.

Berikut ini dipaparkan tiga tipe Kreativitas seorang wirausaha.
a. Menciptakan
Menciptakan, yaitu proses sebuah membuat sesuatu dari tidak ada menjadi ada.

b. Memodifikasi sesuatu
Memodifikasi sesuatu, yaitu kegiatan yang mencari cara-cara berbentuk fungsi-fungsi baru atau menjadikan sesuatu menjadi berbeda penggunaannya oleh orang lain.

c. Mengombinasikan
Mengombinasikan, yaitu aktivitas Mengombinasikan dua hal atau lebih yang sebelumnya tidak langsung berhubungan. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk menerapkan dan meningkatkan kreativitas para calon wirausaha sebagai berikut.

a. Menggunakan akal
Proses kreativitas meliputi pemikiran logis dan analisis terhadap pengetahuan, evaluasi, dan tahap-tahap implementasi. Jadi, seorang calon wirausaha ingin lebih kreatif syaratnya harus melatih diri dan mengembangkan kemampuannya melalui kegiatan usaha yang produktif.

b. Hapus perasaan ragu-ragu
Penghambatan pemikiran kreatif di antaranya ragu-ragu terhadap pemikiran ide-ide positif. Oleh karena itu, agar kreativitas seorang calon wirausaha dapat berkembang maka hapuslah perasaan ragu-ragu itu dan berpikirlah secara positif.

c. Mengenali lingkungan
Untuk membantu meningkatkan kreativitas para calon wirausaha dapat dilakukan dengan cara pandang yang statis terhadap lingkungan yang telah ada. Calon wirausaha mengenali hubungan yang baru dan berbeda.

d. Mengembangkan perspekstif fungsional
Seorang wirausaha yang kreatif akan dapat melihat teman-temannya sebagai alat untuk memenuhi keinginannya dan membantu menjelaskan serta menyelesaikan suatu pekerjaannya. Berikut ini kebiasaan mental buruk yang dapat menghambat kreativitas wirausaha.

a. Pemikiran kemungkinan (probabilitas)
Seorang wirausaha akan cenderung percaya kepada teori kemungkinan gunanya untuk memperoleh keamanan dalam membuat keputusan. Apabila berlebihan maka hal ini akan menghambat seseorang dalam kenyataan yang sebenarnya tengan dihadapinya. Dalam kreativitas seringkali seorang wirausaha mencari kesempatan yang hanya akan datang sekali saja dalam hidupnya.

b. Stereotype
Dalam hal ini sudah ada ketentuan atau karakteristik tertentu untuk suatu hal. Begitu pula halnya dengan kesuksesan yang dapat diraih, karena keterbatasannya seorang wirausaha yang ingin melakukan suatu hal karena karena stereotype ini, maka akan terlintas cara pandang dan persepsi terhadap kemungkinan lain yang sebenarnya dapat diraih.

c. Pemikiran Lain
Sejalan dengan pesatnya perkembangan kehidupan seorang wirausaha banyak terpengaruhi oleh hal-hal yang tidak pasti dan meragukan. banyak orang yang menyerah dengan kenyataan-kenyataan yang dihadapinya . bagi orang yang kreatif , lebih baik menerima keadaan tersebut dalam hidupnya, bahkan mereka sering menemukan sesuatu yang berharga dalam kondisi tersebut.

d. Mencari Selamat
Dalam mencari kehidupannya, orang akan cenderung menghindari risiko, misalnya risiko kegagalan. Bahkan dianggap sebagai permainan yang menarik dan dapat pula dijadikan guru untuk keberhasilan di masa yang akan datang.

2. Motivasi
Pada umumnya, seorang wirausaha yang berhasil pasti memilki motivasi yang kuat untuk berprestasi. Motivasi adalah suatu kiat atau dorongan yang memacu seseorang untuk melakukan sesuatu yang ingin dicapainya. Kebutuhan berprestasi wirausaha yang terlihat dalam bentuk tindakan untuk melakukan sesuatu yang lebih baik dan lebih efisien dibanding sebelumnya. Wirausaha yang memilki notif berprestasi tinggi pada umumnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
a. Berani menghadapi risiko dengan penuh perhitungan.
b. Menyukai tantangan dan melihat tantangan secara seimbang.
c. Ingin mengatasi sendiri kesulitan dan persoalan-persoalan yang timbul pada dirinya.
d. Selalu memerlukan umpan balik yang segera untuk melihat keberhasilan dan kegagalan.
e. Memiliki tanggung jawab personal yang tinggi.

3. Sikap Bekerja Efektif dan Efisien
Efektif artinya mencapai sasaran sesuai rencana, sedangkan Efisien adalah dengan upaya minimal mencapai hasil maksimal. Bekerja efektif dan efisien adalah untuk mencapai hasil sesuai dengan yang direncanakan dengan pengorbanan (waktu, tenaga, pikiran, dan biaya sekecil mungkin).
Berikut ini dipaparkan perencanaan perilaku bekerja secara efektif dan efisien.

a. Masa Inkubasi
Jika sudah ada bisnis yang cocok, ide-ide dibiarkan mengendap dahulu, tidak langsung dibuat rencana. Hal tersebut bertujuan agar ide tersebut makin matang perencanaan akan makin mantap apabila dikerjakan dan ditanamkan secara lebih efektif dan efisien.
b. Analaisis Sumber Perencanaan
Jika dilakukan dengan baik mengenai analisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman, berarti mengandung bahan-bahan yang sangat penting untuk perencanaan bekerja secara efektif dan efisien.

c. Sasaran Jelas, Realistis, dan Menggairahkan
Sasaran perlu direnungkan, dibayangkan, dan diidamkan semenarik mungkin sehingga dapat menggairahkan minat pelaku untuk bekerja secara efektif dan efisien.

Berikut beberapa unsur penunjang bekerja secara efektif dan efisien.
a. Ketepatan, tepat dalam membuat rencana, menentukan sasaran, memilih, menggunakan metode, mengukur, dan sebagainya.
b. Kecermatan, cermat dalam memilih, mengerjakan pekerjaan, dan lain-lain.
c. Kecepatan, cepat dalam menangkap kebutuhan konsumen, memperoleh informasi, dan sebagainya.
d. Penghematan, hemat dalam menggunakan waktu, tenaga, dan biaya.
e. Keselamatan, dalam arti dapat menyelesaikan pekerjaan dengan selamat, sehingga tidak terjadi risiko yang harus ditanggung dan dibiayai.

MENGKOMUNIKASIKAN
Presentasikan kesimpulan tentang perbedaan wirausaha produk kreatif bangunan yang sukses dan yang tidak lancar usahanya, berkaitan dengan sikap wirausahawan tersebut ke depannya di depan kelas. Temanmu akan menanggapi dan kegiatan kalian dinilai gurumu!

RANGKUMAN
1. Kewirausahaan adalah kegiatan merancang, meluncurkan, dan menjalankan bisnis baru. Seorang wirausaha merupakan seorang yang memiliki usaha sendir dalam bidang barang atau jasa. Orang orang yang berkecimpung di bidang kewirausahaan disebut dengan wirausaha.

2. Berikut ini sifat-sifat yang wajib dimiliki oleh seorang wirausahawan
  • Selalu berani mengambil risiko
  • Bersikap fleksibel
  • Berusaha mengenal bisnis Anda
  • Mengakui jika memiliki kesalahan
  • Bersikap jujur
  • Optimis dengan masa depan
  • Memiliki gairah dalam wirausaha

3. Motivasi diterjemahkan sebagai semangat terhadap sesuatu yang benar-benar diinginkan sehingga mampu bekerja lebih giat dengan mencurahkan segala kemampuan yang dimiliki dalam menjalankan dan mencapai tujuan usaha secara optimal.

4. Faktor-faktor penyebab keberhasilan seorang wirausaha di antaranya kerja keras, memiliki relasi luas, ambisi untuk maju, memiliki kemampuan memimpin dan mengambil keputusan, serta jujur dan disiplin.

5. Faktor-faktor penyebab kegagalan seorang wirausaha di antaranya kurang ulet dan cepat putus asa, kurang tekun dan kurang teliti, tidak jujur dan kurang cekatan, kurang inisiatif dan kurang kreatif, kurang dapat menyesuaikan dengan selera konsumen, serta adanya pelayanan yang kurang baik.

6. Seorang calon pengusaha mengetahui berbagai Faktor-faktor keberhasilan dan kegagalan usaha yang akan ditekuni sebelum merintis usaha baru karena pada dasarnya memulai sesuatu yang baru pasti tidak mudah . oleh sebab itu, mereka harus membuat perhitungan dan perencanaan matang.

UJI KOMPETENSI I
A. Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, d, atau e pada jawaban yang benar!

1. Berikut kepercayaan atau rasa yakin yang harus dimiliki oleh seorang wirausaha, kecuali ….
a. Kecerdasan sendiri
b. Kemampuan untuk bekerja secara kreatif dan inovatif
c. Kemampuan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan baik
d. Keyakin dapat menguasai pasar
e. Kecakapan yang diperoleh darih hasil pendidikan, kursus, latihan, dan pengalaman dalam bekerja

2. Berikut tidak termasuk asas kewirausahaan, yaitu ….
a. Pandai bernegosiasi
b. Mampu memajukan usahanya
c. Mampu merumuskan tujuan hidup
d. Menjaga nama baik wirausaha
e. Mampu membuka pasaran baru

3. Salah satu tujuan kewirausahaan, yaitu….
a. Sebagai generator pembangunan ekonomi
b. Menciptakan tenaga kerja baru
c. Mendidik masyarakat agar hidup sederhana
d. Memberikan contoh kepada para generasi muda untuk bekerja keras
e. Meningkatkan jumlah wirausaha yang berkualitas dan berdedikasi tinggi

4. Berikut sifat yang harus dimiliki oleh seorang wirausaha, yaitu ….
a. Tidak menyukai adanya pembaharuan
b. Berani memaksakan diri menjadi orang lain
c. Egois dan terlalu ambisius
d. Selalu menghindar dari kesalahan atau kesulitan
e. Cenderung mudah jenuh terhadap segala kemampuan dan ingin selalu berinisiatif

5. Kepribadian seorang siswa sebagai calon wirausaha yang berprestasi memiliki ciri di antaranya ….
a. Terampil di dalam belajar
b. Pandai berkomunikasi
c. Terampil di dalam belajar dan berusaha
d. Pandai berorganisasi
e. Terampil belajar dan berorganisasi

6. Berikut karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawan, kecuali …
a. Mudah bergaul dan pandai berkomunikasi
b. Bersemangat dan tidak mudah putus asa
c. Jujur dan bertanggung jawab
d. Berfikir prestatif, kreatif, dan inovatif
e. Tidak berani mengambil risiko

7. Berikut kunci agar seseorang wirausahawan berhasil dalam bisnisnya, yaitu ….
a. Mengumpulkan informasi sebanyak mungkin
b. Mempunyai karakteristik yang baik dan menarik
c. Jujur dan bertanggung jawab
d. Berpikir prestatif, kreatif, dan inovatif
e. Selalu berhubungan dengan sesamanya

8. Seorang wirausaha harus mempunyai conceptual skill, yaitu tampil dalam ….
a. bekerja sama dengan orang lain dan produktif
b. melakukan teknik tertentu dalam mengelola usaha
c. memecahkan masalah yang dihadapi
d. melakukan kegiatan usaha berdasarkan konsep
e. bekerja secara tekun, teliti, dan produktif

9. Adanya konsumen dan pemasok dalam berwirausaha bisa disebut …
a. Relasi
b. Pelanggan
c. Distributor
d. Agen
e. Subagen

10. Kunci keberhasilan dalam bisnis adalah ….
a. Mengetahui pangsa pasar
b. Memahami diri sendiri
c. Bisa mengambil peluang
d. Kemampuannya untuk memulai
e. Ketekunan dan semangat kerja

B. Jawablah uraian di bawah ini dengan benar dan tepat!
1. Uraikan yang kamu ketahui tentang wirausaha bisnis!
2. Bagaimanakah sikap dan perilaku wirausahawan yang ingin sukse dan berhasil?
3. Apa saja ciri-ciri wirausaha yang tangguh?
4. Tuliskan manfaat adanya wirausaha yang tangguh dan ulet!
5. Tuliskan tentang faktor-faktor penyebab keberhasilan dan kegagalan seorang berwirausaha!



TUGAS PROYEK PERORANGAN KELOMPOK
Bersama kelompok anda, pergilah ke sebuah tempat wirausaha berkaitan dengan menciptakan produk bangunan. Carilah informasi mengenai cara mendirikan wirausaha tersebut, apa produk bangunan yang dibuat, serta apa kiat sukses dalam menjalankan usaha tersebut. Tulislah hasilnya pada lembar kerja berikut.



LEMBAR KERJA

Nama Pewawancara :
Nama yang diwawancarai :

Lokasi :

Hasil Observasi :
…………………………………………………………………………………………………………..

…………………………………………………………………………………………………………..

…………………………………………………………………………………………………………..

…………………………………………………………………………………………………………..

…………………………………………………………………………………………………………..

…………………………………………………………………………………………………………..


Kesimpulan


…………………………………………………………………………………………………………..

…………………………………………………………………………………………………………..

…………………………………………………………………………………………………………..
















Belum ada Komentar untuk "SIKAP DAN PERILAKU WIRAUSAHAWAN"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel