Studi kelayakan bisnis


Kewirusahaan.guruindonesia.id Studi kelayakan bisnis merupakan  penelitian yang bertujuan  untuk memutuskan apakah  sebuah ide bisnis layak untuk dilaksanakan atau tidak. Sebuah ide bisnis  dinyatakan layak untuk dilaksanakan  jika ide tersebut dapat mendatangkan manfaat yang lebih besar bagi semua pihak dibandingakan dampak negatif yang ditumbulkan.
Sedangkan  menurut subagyo (2005) studi kelayakan bisnis merupakan penelitian yang mendalam terhadap suatu ide bisnis  tentang layak atau tidaknya ide tersebut di laksanakan .

Pengertian studi kelayakan bisnis sering kali membingungkan,hal ini karena baik studi  kelayakan bisnis maupun rencana bisnis menganalis beberapa aspek yang sama yaitu aspek hukum, lingkungan,pasar dan pemasaran, teknis dan teknologi, manajemen dan sumber daya manusia, maupun aspek keuangan. Keduanya pun mempunyai fungsi membantu pengambilan keputusan bisnis

Rencana bisnis atau business plan adalah dokumen tertulis yang mendiskripsikan  masa depan bisnis yang akan dimulai yang meliputi apa, bagaimana,siapa, kapan,dan mengapa sebuah bisnis dijalankan.Business plan pada umumnya terdiri :
1.      Tujuan bisnis
2.      Stretegi yang digunakan untuk mencapainya
3.      Masalah pontesial yang kira-kira akan dihadapi  dan cara mengatasinya
4.      Struktur  organisasi (termasuk jabatan dan tanggung jawab)
5.      Jadwal waktu pelaksanaan pekerjaan
6.      Modal yang diperlukan untuk membiayai perusahaan dan bagaimana mempertahankannya sampai mencapai Break Even Point (BEP)

Table 1.1 perbedaan antara studi kelayakan bisnis dengan rencana bisnis
No.
Faktor pembeda
Studi kelayakan bisnis
Rencana bisnis
1
Jenis data yang digunakan
Menggunakan data estimasi
Menggunakan data empiris perusahaan
2
Sumber data yang digunakan
Data eksternal
Data internal
3
Penyusunan
Pihak eksternal, dengan tujuan agar lebih independen
Pihak internal yang mengetahui kondisi perusahaan
4
Tujuan
Menilai kelayakan sebuah ide bisnis
Membuat rencana bisnis yang akan datang
5
Waktu
Memakan waktu relative lama, karena harus menggali data dari berbagai sumber
Memerlukan waktu yang relative pendek, karena data hanya bersumber dari intern perusahaan
6
Biaya
Memerlukan biaya yang relative besar
Memerlukan biaya yang tidak terlalu besar.


Keterkaitan antara studi kelayakan bisnis dengan rencana bisnis dapat diilustrasikan dengan gambar 1.1
Ide
bisnis
Pelaksanaan bisnis
Studi kelayakan bisnis
Rencana bisnis
 













Gambar 1.1 keterkaitan antara studi kelayakan bisnis dengan rencana bisnis

Setiap bisnis memerlukan adanya studi kelayakan pada saat memulai usahanya meskipun dengan intensitas yang berbeda-beda. Intensitas pada penyusunan studi kelayakan bisnis tergantung pada beberapa hal berikut.
a.      Besar kecilnya dampak yang dapat ditimbulkan
Semakin besar dampak yang ditimbulkan dari ide bisnis yang akan dijalankan. Samakin tinggi kecermatan yang diperlukan dalam menyusun studi kelayakan bisnis. Sebaliknya, semakin kecil dampak yang dapat ditimbulkan dari ide bisnis yang akan dijalankan, semakin rendah tuntutan akan kecermatan dalam menyusun studi kelayakan bisnis.

b.      Besar kecilnya tingkat kepastian bisnis
Semakin besar tingkat ketidakpastian suatu bisnis, semakin tinggi intensitas dalam menyusun studi kelayak bisnis. Sebaliknya, semakin kecil tingkat ketidakpastian bisnis semakin rendah intensitas dalam menyuun studi kelayakan bisnis.
c.       Banyak sedikitnya investasi yang diperlukan untuk melaksanakan suatu bisnis.
Semakin besar nilai investasi yang ditanamkan pada suatu bisnis, semakin tinggi kecermatan yang diperlukan dalam menyusun studi kelayak bisnis. Sebaliknya’ semakin kecil investasi yang ditanamkan, semakin sederhana studi kelayakan yang dilakukan.
Studi kelayakan bisnis tidak hanya diperlukan oleh pemrakarsa bisnis atau pelaku bisnis tetapi juga diperlukan oleh beberapa pihak lain. Berikut pihak-pihak yang membutuhkan studi kelayakan dengan berbagai kepentingan.
a.      Pelaku bisnis/manajemen perusahaan
Pihak pelaku bisnis/manajemen perusahaan memerlukan studi kelayakan sebagai dasar dalam mengambil keputusan untuk melanjutkan ide bisnis atau tidak. Jika berdasarkan hasil studi kelayakan suatu ide bisnis dinyatakan layak dilaksanakan maka pelaku bisnis/manajemen akan mejalankan ide bisnis tersebut untuk mengembangkan usahanya.

b.      Investor
Pihak investor memerlukan studi kelayakan sebagai dasar untuk mengambil keputusan apakah akan ikut menamankan modal pada suatu bisnis atau tidak. Jika berdasarkan hasil studi klayakan suatu ide bisnis dinyatakan layak dilaksanakan maka investor akan menanamkan modalnya dengan harapan memperoleh keuntungan dari investasi yang akan ditanamkan, demikian pula sebaliknya.

c.       Kreditor
Pihak kreditor memerlukan studi kelayakan sebagai salah satu dasar dalam megambil keputusan, apakah akan memberikan kredit pada suatu bisnis yang disusulkan atau tidak. Jika berdasarkan hasil studi kelayakan suatu ide bisnis dinyatakan layak dilaksanakan maka kreditor akan memberikan kredit dengan harapan akan memperoleh keuntungan berupa bunga, demikian pula sebaliknya.

d.      Pemerintah
Pihak pemerintah memerlukan studi kelayakan sebagai dasar untuk mengambil keputusan apakah memberikan izin terhadap suatu bisnis atau tidak. Jika berdasarkan hasil studi kelayakan suatu ide bisnis dinyatakan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memberikan kesempatan kerja, mengoptimalkan sumber daya yang ada, dan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) maka pemerintah akan memberikan izin. Sebaliknya jika suatu bisnis memiliki dampak negative yang lebih besar dibandingkan manfaatnya maka pemerintah tidak akan memberikan izin atas ide bisnis yang diajukan.
e.      Masyarakat
Masyarakat memerlukan studi kelayakan sebagai dasar untuk mengambil keputusan, apakah mendukung suatu bisnis atau tidak. Jika berdasarkan hasil studi kelayakan suatu ide bisnis dinyatakan akan memberikan dampak positif yang lebih besar terhadap masyarakat dibandingkan dampak negatifnya maka masyarakat kan mendukung ide bisnis tersebut. Namun jika studi kelayakan menyatakan bahwa suatu ide bisnis akan memberikan dampak negative yang lebih besar terhadap masyarakat dibandingkan dengan dampak positifnya maka masyarakat akan menolak ide bisnis tersebut.


1.3 LANGKAH – LANGKAH STUDI KELAYAKAN BISNIS
Studi kelayakan bisnis merupakan metode ilmiah. Salah satu syarat metode ilmiah adalah sistematis. Penyusunan studi kelayakan bisnis sebagai salah satu metode ilmiah pada umumnya meliputi beberapa langkah kegiatan, yang secara umum dapat dilihat pada gambar 1.2


Gambar 1.2 langkah – langkah studi kelayakan bisnis




Keterangan :
a.      Penemuan ide bisnis
Tahap penemuan ide merupakan tahap seseorang menemukan sebuah ide bisnis. Ide bisnis muncul karena peluang bisnis yang dipandang mamiliki prospek yang baik terlihat.penemuan ide bisnis ini dapat bersumber dari bacaan, hasil pengamatan, informasi dari orang lain, media masa, maupun berdasarkan pengalaman.

b.      Melakukan studi pendahuluan
Studi pendahuluan dilakukan untuk memperoleh gambaran umum peluang bisnis dari ide bisnis yang akan dijalankan, termasuk di dalamnya prospek dan kendala yang dapat muncul dari bisni yang akan dilakukan. Jika berdasarkan studi pendahuluan suatu ide bisnis yang akan dijlankan memiliki kendala yang besar dan kurang prospek maka penyusunan studi kelayakan yang lebih mendalam tidak perlu dilakukan. Sebaliknya, jika berdasarkan studi pendahuluan sebuah ide bisnis memiliki prospek yang baik dan pelaku bisnis memilikikayakinan untuk mengatai kendala yang mungkin muncul maka proses dilanjutkan dengan tahap berikutnya.

c.       Membuat desain studi kelayakan.
Setelah gamaran umum tentang peluang bisnis dari ide yang akan dijalankan diperoleh, langkah selanjutnya adalah membuat desain studi kelayakan yang meliputi penentuan aspek-aspek yang akan diteliti, responden, teknik pengumpulan data, penyusunan kuesioner, alat analisis data, penyusunan anggaran untuk melakukan studi kelayakan sampai dengan penentuan desain laporan akhir

d.      Pengumpulan data
Pengumpulan data dapat dilakukan dengan menggunakan  observasi, wawancara, maupun kuesioner, sedangkan sumber data dapat berupa data primer maupun data sekunder. Pengumpulan data seringkali merupakan pekerjaan yang paling memerlukan waktu dan biaya yang besar untuk penyusunan studi kelayakan bisnis sehingga proses pengumpulan data harus didesain sebaik mungkin.

e.      Analisis dan interpretasi data
Analisis data dapat dilakukan dengan menggunakan analisis kualitatif maupun kuantitatif. Analisi kualitatif dilakukan jika data yang dikumpulkan berupa data kualitatif (judgement). Sedangka analisis kuantitatif dilakukan jika data yang dikumpulkan berupa data kuantitatif.


f.        Menarik kesimpulan dan rekomendasi
Kesimpulan didasarkan pada hasil analisis data untuk memutuskan suatu ide bisnis layak atau tidak layak berdasarkan setiap aspek yang diteliti. Sedangkan rekomendasi memberikan arahan petunjuk tentang tindak lanjut ide bisnis yang akan dijalankan serta memberikan catatan-catatan jika ide bisnis tersebut akan dilaksanakan.

g.      Penyusunan laporan studi kelayakan bisnis
Format maupun desain laporan akhir harus disesuaikan dengan pihak-pihak yang akan menggunakan studi kelayakan bisnis. Selain itu, besarnya anggaran untuk menyusun studi kelayakan bisnis juga harus dipertimbangkan.
Kegiatan penyusunan studi kelayakan bisnis tidak hanya dilakukan pada saat adaide untuk merintis bisnis yang benar-benar baru, tetapi studi kelayakan bisnis juga diperlukan ketika pelaku bisnis akan melakukan hal-hal berikut.
a.      Merintis usaha baru
Ketika seorang pelaku bisnis akan merintis usaha baru, studi kelayakan bisnis dilakukan untuk mengetahui apakah usaha yang akan dirintis layak atau tidak untuk dijalankan.

b.      Mengembangkan usaha yang sudah ada
Ketika seorang pelaku bisnis akan mengembangkan usaha, studi kelayakan bisnis dilakukan untuk mengetahui apakah ide pegembangan bisnis layak atau tidak untuk dijalankan.

c.       Memilih jenis usaha atau investasi/proyek yang paling menguntungkan
Seringkali investor dan pelaku bisnis dihdapkan pada masalah untuk menentukan pilihan jenis bisnis atau investasi/proyek karena terbatas biaya atau investasi. Agar pilihan investasi dapat optimal maka diperlukan adanya studi kelayakan bisnis untuk menentukan pilihan dari berbagai alternatif investasi yang ada.






1.4 ASPEK – ASPEK STUDI KELAYAKAN BISNIS
Untuk memperoleh kesimpulan yang kuat tentang dijalankan atau tidaknya sebuah ide bisnis, studi kelayakan bisnis yang mendalam perlu dilakukan pada beberapa aspek kelayakan bisnis yaitu:
a.      Aspek hukum
Aspek hukum menganalisa kemampuan pelaku bisnis dalam memenuhi ketentuan hukum dan perizinan yang diperlukan untuk mejalankan bisnis diwilayah tertentu.

b.      Aspek lingkungan
Aspek lingkungan menganalisa kesesuaian lingkungan sekitar (baik lingkungan operasional, lingkungan dekat, dan lingkungan jauh) dengan ide bisnis yang akan dijalankan. Dalam aspek ini dampak bisnis bagi lingkungan juga dianalisis.

c.       Aspek pasar dan pemasaran
Aspek pasar menganalisis potensi pasar, intensitas persaingan, market share yang dapat dicapai, serta menganalisi strategi pemasaran yang dapat digunakan untuk mencapai market share yang diharapkan.

d.      Aspek teknis dan teknologi
Aspek teknis menganalisis kesiapan teknis dan ketersedian teknologi yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis.

e.      Aspek manajemen dan sumber daya manusia
Aspek manajemen dan sumber daya manusia menganalisis tahap-tahap pelaksanaan bisnis dan kesiapan tenaga kerja, baik tenaga keja kasar maupun tenaga kerja terampil yang diperlukan untuk menjalankan bisnis.

f.        Aspek keuangan
Aspek keuangan menganalisis besarnya biaya investasi dan modal kerja serta tingkat pengembalian investasi dari bisnis yang akan dijalankan.

Analisis aspek-aspek dalam studi kelayakan bisnis memiliki keterkaitan antara aspek yang satu dengan aspek yang lain. Oleh karena itu, kesalahan atau ketidakcermatan pada satu aspek akan berpengaruh terhadap hasil analisis studi kelayakan secara keseluruhan.


Belum ada Komentar untuk "Studi kelayakan bisnis"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel